Perbedaan Maverick Protocol dan Paris Saint-Germain Fan Token: Maverick Protocol diperdagangkan di Rp159,31 (kapitalisasi pasar Rp185,41M, volume 24 jam Rp57,17M), sedangkan Paris Saint-Germain Fan Token diperdagangkan di Rp8.768 (kapitalisasi pasar Rp147,4M, volume 24 jam Rp50,42M). Perbedaan utamanya: Maverick Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Maverick Protocol 1,2B / 2B MAV (59%) dibanding 16,8M / 19,9M PSG (85%) milik Paris Saint-Germain Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Maverick Protocol selama 25 Hari dan Paris Saint-Germain Fan Token selama 44 Hari.
| MAV | PSG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp185,41M | Rp147,4M |
Volume (24h) | Rp57,17M | Rp50,42M |
Suplai yang Beredar | 1,2B / 2B MAV (59%) | 16,8M / 19,9M PSG (85%) |
Typical Hold Time | 25 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Maverick Protocol adalah penyedia infrastruktur DeFi yang berfokus untuk meningkatkan efisiensi industri, diberdayai oleh Maverick AMM. Maverick didukung oleh Founders Fund, Pantera Capital, Coinbase Ventures, Binance Labs, Circle Ventures, dan Gemini. Maverick berusaha untuk menghapus ketidakefisienan di DeFi dengan membantu pengguna menempatkan likuiditas mereka di tempat yang paling efektif, sehingga membuat transaksi menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini mengatasi beberapa isu likuiditas yang telah menjadi kendala dalam DeFi.
Selengkapnya di halaman MAV →PSG adalah fan token dari tim sepak bola Paris Saint-German. Pemegang token bisa mendapatkan pengalaman eksklusif seperti akses VIP ke Parc des Princes, temu sapa, dan merchandise yang ditandatangani. Token ini juga memungkinkan penggemar untuk ikut dalam pengambilan keputusan seperti memilih pesan di armband kapten dan memilih pesan inspirasi untuk tim menjelang pertandingan.
Selengkapnya di halaman PSG →