Perbedaan Mask Network dan Zcash: Mask Network diperdagangkan di Rp6.268 (kapitalisasi pasar Rp627,26M, volume 24 jam Rp151,74M), sedangkan Zcash diperdagangkan di Rp8.733.051 (kapitalisasi pasar Rp7,04T, volume 24 jam Rp787,62M). Perbedaan utamanya: Zcash jauh lebih besar — sekitar 11,2× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 16,3M / 21M ZEC (78%) milik Zcash. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 24 Hari dan Zcash selama 105 Hari.
| MASK | ZEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp627,26M | Rp7,04T |
Volume (24h) | Rp151,74M | Rp787,62M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 16,3M / 21M ZEC (78%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 105 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →ZEC adalah cryptocurrency terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Zcash menggunakan teknologi zero-knowledge proof zk-SNARK yang memungkinkan node di jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.
Selengkapnya di halaman ZEC →