Perbedaan Mask Network dan Plasma: Mask Network diperdagangkan di Rp7.121 (kapitalisasi pasar Rp711,27M, volume 24 jam Rp174,73M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.574 (kapitalisasi pasar Rp4,1T, volume 24 jam Rp1,39T). Perbedaan utamanya: Plasma jauh lebih besar — sekitar 5,8× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| MASK | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp711,27M | Rp4,1T |
Volume (24h) | Rp174,73M | Rp1,39T |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 23 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →