Perbedaan Mask Network dan Nano: Mask Network diperdagangkan di Rp6.332 (kapitalisasi pasar Rp632,47M, volume 24 jam Rp152,17M), sedangkan Nano diperdagangkan di Rp6.635 (kapitalisasi pasar Rp894,63M, volume 24 jam Rp2,6M). Perbedaan utamanya: Nano lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 133,2M / 133,2M XNO (100%) milik Nano. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 24 Hari dan Nano selama 84 Hari.
| MASK | XNO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp632,47M | Rp894,63M |
Volume (24h) | Rp152,17M | Rp2,6M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 133,2M / 133,2M XNO (100%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Nano adalah kripto ringan sekaligus platform pembayaran yang membutuhkan sumber daya minimal dan memproses transaksi tanpa biaya. Nano dirancang agar dapat memproses transaksi cepat sehingga sebagian besar transaksinya selesai dalam waktu kurang dari satu detik.
Selengkapnya di halaman XNO →