Perbedaan Mask Network dan Viction: Mask Network diperdagangkan di Rp7.169 (kapitalisasi pasar Rp716,09M, volume 24 jam Rp186,52M), sedangkan Viction diperdagangkan di Rp706,03 (kapitalisasi pasar Rp89,72M, volume 24 jam Rp28,07M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 8× kapitalisasi pasar Viction, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 127,3M / 210M VIC (61%) milik Viction. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan Viction selama 38 Hari.
| MASK | VIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp716,09M | Rp89,72M |
Volume (24h) | Rp186,52M | Rp28,07M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 127,3M / 210M VIC (61%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 38 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Mask Network menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp7.151, tepat di level pivot point. RSI 6 menunjukkan kondisi oversold (29.85) sementara moving averages memberikan sinyal jual dominan. Token telah mencapai sirkulasi penuh 100 juta MASK dengan market cap Rp709,56 juta. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Juni 2026.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan resistensi kuat di Rp7.234. Peluang rebound ada dari level support Rp6.880, namun risiko volatilitas tinggi mengingat volume trading rendah dan sentiment netral. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan exposure regulasi crypto di Indonesia.
VIC menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp706,03, tepat di level pivot point Rp705. Sinyal moving averages sangat bearish (0 beli, 13 jual), namun osilator netral. Market cap Rp89,23 juta dengan supply beredar 61% dari total 210 juta VIC. Tidak ada berita atau update protokol terbaru yang signifikan untuk aset ini.
Outlook keseluruhan bearish dalam jangka pendek dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang terbatas pada potensi rebound dari support terdekat di Rp673, namun tekanan jual dominan. Risiko utama termasuk likuiditas rendah, volatilitas crypto, dan kurangnya perkembangan fundamental yang mendorong adopsi.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Viction (sebelumnya TomoChain) adalah blockchain layer-1 yang menawarkan transaksi tanpa gas dan keamanan yang ditingkatkan untuk menjadikan Web3 mudah dan aman bagi semua orang. Didesain dengan fokus pada pengalaman pengguna, Viction memprioritaskan transaksi tanpa gas, kecepatan, keamanan, dan skalabilitas untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan terbuka. Viction didorong oleh misi untuk membangun platform terdesentralisasi yang memberdayakan manusia untuk terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi tanpa batasan, menggambarkan dunia di mana transparansi, aksesibilitas, dan pertumbuhan berkembang pesat.
Selengkapnya di halaman VIC →