Perbedaan Mask Network dan Streamflow: Mask Network diperdagangkan di Rp7.096 (kapitalisasi pasar Rp713,04M, volume 24 jam Rp197,96M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp173,23 (kapitalisasi pasar Rp43,82M, volume 24 jam Rp1,36M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 16,3× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 252,7M / 1B STREAM (26%) milik Streamflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan Streamflow selama 26 Hari.
| MASK | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp713,04M | Rp43,82M |
Volume (24h) | Rp197,96M | Rp1,36M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 252,7M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →