Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mask Network (MASK) vs STBL (STBL)

Mask NetworkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mask Network dan STBL: Mask Network diperdagangkan di Rp7.133 (kapitalisasi pasar Rp709,56M, volume 24 jam Rp193,75M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp414,83 (kapitalisasi pasar Rp289,22M, volume 24 jam Rp41,9M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan STBL selama 7 Hari.

MASKSTBL
Kap. Pasar
Rp709,56MRp289,22M
Volume (24h)
Rp193,75MRp41,9M
Suplai yang Beredar
100M / 100M MASK (100%)700M / 10B STBL (8%)
Typical Hold Time
23 Hari7 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

MASK
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 23 Hari
STBL
21% Beli79% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 7 Hari

Tentang Mask Network

Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).

Selengkapnya di halaman MASK

Tentang STBL

STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.

Selengkapnya di halaman STBL