Perbedaan Mask Network dan SubQuery Network: Mask Network diperdagangkan di Rp6.314 (kapitalisasi pasar Rp631,85M, volume 24 jam Rp149,3M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: Mask Network jauh lebih besar — sekitar 19,2× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 24 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| MASK | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp631,85M | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp149,3M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 24 Hari | 3 Hari |
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →