Perbedaan Mask Network dan Siacoin: Mask Network diperdagangkan di Rp7.096 (kapitalisasi pasar Rp713,04M, volume 24 jam Rp197,96M), sedangkan Siacoin diperdagangkan di Rp11,05 (kapitalisasi pasar Rp622,83M, volume 24 jam Rp75,22M). Perbedaan utamanya: Mask Network dan Siacoin berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Siacoin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan Siacoin selama 58 Hari.
| MASK | SC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp713,04M | Rp622,83M |
Volume (24h) | Rp197,96M | Rp75,22M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 56B SC |
Typical Hold Time | 23 Hari | 58 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Siacoin (SC) adalah token utilitas asli Sia, sebuah platform penyimpanan cloud terdistribusi dan terdesentralisasi berbasis blockchain. Sia bertindak sebagai pasar yang aman untuk penyimpanan cloud di mana pengguna dapat menyewa akses ke ruang penyimpanan mereka yang tidak terpakai. Tujuan utama proyek ini adalah untuk menjadi "tulang punggung lapisan penyimpanan internet."
Selengkapnya di halaman SC →