Perbedaan Mask Network dan Osmosis: Mask Network diperdagangkan di Rp7.115 (kapitalisasi pasar Rp709,56M, volume 24 jam Rp193,75M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp613,97 (kapitalisasi pasar Rp479,53M, volume 24 jam Rp44,61M). Perbedaan utamanya: Mask Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 781M / 1B OSMO (79%) milik Osmosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 23 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| MASK | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp709,56M | Rp479,53M |
Volume (24h) | Rp193,75M | Rp44,61M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 23 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →