Perbedaan Mask Network dan Neo: Mask Network diperdagangkan di Rp6.339 (kapitalisasi pasar Rp632,47M, volume 24 jam Rp152,17M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.184 (kapitalisasi pasar Rp2,13T, volume 24 jam Rp63,25M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Mask Network, dan suplai Mask Network dibatasi (100M / 100M MASK (100%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 24 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| MASK | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp632,47M | Rp2,13T |
Volume (24h) | Rp152,17M | Rp63,25M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 24 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →