Perbedaan Mask Network dan MVL: Mask Network diperdagangkan di Rp6.339 (kapitalisasi pasar Rp632,47M, volume 24 jam Rp152,17M), sedangkan MVL diperdagangkan di Rp16,38 (kapitalisasi pasar Rp472,56M, volume 24 jam Rp1,47M). Perbedaan utamanya: Mask Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Mask Network 100M / 100M MASK (100%) dibanding 27,8B / 30B MVL (93%) milik MVL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Mask Network selama 24 Hari dan MVL selama 58 Hari.
| MASK | MVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp632,47M | Rp472,56M |
Volume (24h) | Rp152,17M | Rp1,47M |
Suplai yang Beredar | 100M / 100M MASK (100%) | 27,8B / 30B MVL (93%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 58 Hari |
Mask Network adalah protokol yang memungkinkan pengguna mengirim pesan terenkripsi di Twitter dan Facebook, menghubungkan internet tradisional dengan jaringan terdesentralisasi. Diluncurkan pada Juli 2019, Mask Network mendapatkan pendanaan sebesar $5 juta dari perusahaan seperti HashKey dan Digital Currency Group. Saat ini, Mask Network mendukung pendanaan hibah Gitcoin langsung dari Twitter dan berencana untuk mengintegrasikan pembayaran peer-to-peer serta penyimpanan terdesentralisasi. Mask Network berfungsi sebagai portal terdesentralisasi, memungkinkan pengguna mengakses DApp untuk pembayaran kripto, DeFi, NFT, DAO, dan lainnya tanpa meninggalkan platform media sosial yang ada, membangun ekosistem Applet terdesentralisasi (DApplet).
Selengkapnya di halaman MASK →MVL, yang merupakan singkatan dari Mobility Value Lab, adalah proyek inovatif yang menggabungkan bidang mobilitas dan teknologi blockchain. Tujuan utamanya adalah membagikan nilai data di antara seluruh peserta ekosistemnya. Integrasi ini dilakukan melalui berbagai protokol blockchain yang dirancang untuk meningkatkan pengembangan layanan mobilitas.
Selengkapnya di halaman MVL →