Perbedaan Manta Network dan Taiko: Manta Network diperdagangkan di Rp1.028 (kapitalisasi pasar Rp484,3M, volume 24 jam Rp36,55M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.243 (kapitalisasi pasar Rp251,4M, volume 24 jam Rp35,72M). Perbedaan utamanya: Manta Network lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Taiko dibatasi (202,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan Manta Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Manta Network selama 120 Hari dan Taiko selama 8 Hari.
| MANTA | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp484,3M | Rp251,4M |
Volume (24h) | Rp36,55M | Rp35,72M |
Suplai yang Beredar | 478,1M MANTA | 202,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 120 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Manta Network adalah ekosistem modular untuk Web3 yang memungkinkan pengguna untuk membangun dan menerapkan aplikasi terdesentralisasi berbasis Solidity di Manta, serta memanfaatkan technology stack untuk memberikan kecepatan transaksi lebih cepat daripada L1 dan biaya gas yang lebih rendah daripada L2. Produk utama mereka mencakup Manta Pacific, solusi L2 yang dapat diskalakan dengan biaya gas rendah, dan Universal Circuits, sebuah library agar developer bisa mengintegrasikan kontrak yang mendukung ZK. Manta Network juga menawarkan solusi compliance non-invasif dan bertujuan untuk membangun ekosistem dengan aplikasi yang beragam.
Selengkapnya di halaman MANTA →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →