Perbedaan Terra Classic dan Plasma: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,09 (kapitalisasi pasar Rp5,95T, volume 24 jam Rp181,48M), sedangkan Plasma diperdagangkan di Rp1.654 (kapitalisasi pasar Rp4,29T, volume 24 jam Rp1,12T). Perbedaan utamanya: Terra Classic lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Terra Classic dibatasi (5,5T / 6,5T LUNC (86%)), sedangkan Plasma terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan Plasma selama 25 Hari.
| LUNC | XPL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,95T | Rp4,29T |
Volume (24h) | Rp181,48M | Rp1,12T |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 2,6B XPL |
Typical Hold Time | 187 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →Plasma is a Layer 1 blockchain designed to power the global stablecoin economy. Built for fast, zero-fee USDT payments and customizable gas tokens, it enables borderless, permissionless access to financial services. With its global payments network and integrated products, Plasma is establishing itself as the native chain for stablecoin transactions.
Selengkapnya di halaman XPL →