Perbedaan Terra Classic dan Tether USDT: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,08 (kapitalisasi pasar Rp6,03T, volume 24 jam Rp174,06M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp18.062 (kapitalisasi pasar Rp3.373,87T, volume 24 jam Rp1.055,28T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 559,5× kapitalisasi pasar Terra Classic, dan suplai Terra Classic dibatasi (5,5T / 6,5T LUNC (86%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan Tether USDT selama 80 Hari.
| LUNC | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp6,03T | Rp3.373,87T |
Volume (24h) | Rp174,06M | Rp1.055,28T |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 184,4B USDT |
Typical Hold Time | 187 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →