Perbedaan Terra Classic dan Theta Fuel: Terra Classic diperdagangkan di Rp0,8751 (kapitalisasi pasar Rp4,84T, volume 24 jam Rp141,01M), sedangkan Theta Fuel diperdagangkan di Rp128,39 (kapitalisasi pasar Rp958,14M, volume 24 jam Rp7,51M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Theta Fuel, dan suplai Terra Classic dibatasi (5,5T / 6,5T LUNC (86%)), sedangkan Theta Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 190 Hari dan Theta Fuel selama 47 Hari.
| LUNC | TFUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp4,84T | Rp958,14M |
Volume (24h) | Rp141,01M | Rp7,51M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 7,4B TFUEL |
Typical Hold Time | 190 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →Theta Fuel (TFUEL) adalah salah satu dari dua token asli di blockchain Theta. TFUEL adalah token kedua di blockchain Theta yang berfungsi sebagai token utilitas dalam pengiriman video dan data terdesentralisasi, juga merupakan token gas. Ini digunakan untuk menggerakkan semua operasi di blockchain Theta, seperti pembayaran ke relai untuk berbagi aliran video, untuk menyebarkan dan berinteraksi dengan kontrak pintar, dan sebagai biaya yang terkait dengan transaksi NTF dan aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TFUEL →