Perbedaan Terra Classic dan Taiko: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,09 (kapitalisasi pasar Rp5,98T, volume 24 jam Rp178,22M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.418 (kapitalisasi pasar Rp286,4M, volume 24 jam Rp134,52M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 20,9× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai beredar Terra Classic 5,5T / 6,5T LUNC (86%) dibanding 201,9M / 1B TAIKO (21%) milik Taiko. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan Taiko selama 6 Hari.
| LUNC | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,98T | Rp286,4M |
Volume (24h) | Rp178,22M | Rp134,52M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 201,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 187 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →