Perbedaan Terra Classic dan STBL: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,09 (kapitalisasi pasar Rp6,01T, volume 24 jam Rp192,07M), sedangkan STBL diperdagangkan di Rp417,28 (kapitalisasi pasar Rp291,57M, volume 24 jam Rp43,52M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 20,6× kapitalisasi pasar STBL, dan suplai beredar Terra Classic 5,5T / 6,5T LUNC (86%) dibanding 700M / 10B STBL (8%) milik STBL. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan STBL selama 7 Hari.
| LUNC | STBL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp6,01T | Rp291,57M |
Volume (24h) | Rp192,07M | Rp43,52M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 700M / 10B STBL (8%) |
Typical Hold Time | 187 Hari | 7 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
STBL saat ini diperdagangkan pada Rp414,469 dengan sinyal teknis bearish berdasarkan moving averages, meskipun osilator menunjukkan kondisi netral. Harga berada di dekat support S1 (Rp413) dengan resistensi terdekat di PP (Rp424). Kapitalisasi pasar mencapai Rp293,71 juta dengan supply yang sangat rendah beredar (8%), menunjukkan potensi volatilitas tinggi. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem yang signifikan dalam periode terakhir.
Outlook keseluruhan cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang utama terletak pada rebound dari level support jika ada momentum positif, namun risiko utama adalah likuiditas terbatas dan volatilitas ekstrem karena supply beredar kecil. Investor perlu memantau pergerakan harga ketat mengingat kondisi teknis yang lemah.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →STBL adalah protokol stablecoin terdesentralisasi yang memisahkan jaminan aset dunia nyata menjadi stablecoin yang dapat digunakan (USST) dan NFT penghasil imbal hasil (YLD), dengan tata kelola melalui token STBL. Arsitektur tiga tokennya membedakan fungsi likuiditas, imbal hasil, dan governance. Didukung oleh Treasury dan dana pasar uang yang ditokenisasi, protokol ini menekankan transparansi serta tata kelola berbasis komunitas.
Selengkapnya di halaman STBL →