Perbedaan Terra Classic dan Sky: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,08 (kapitalisasi pasar Rp5,98T, volume 24 jam Rp178,87M), sedangkan Sky diperdagangkan di Rp1.128 (kapitalisasi pasar Rp25,93T, volume 24 jam Rp325,49M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Terra Classic, dan suplai beredar Terra Classic 5,5T / 6,5T LUNC (86%) dibanding 23,3B / 23,5B SKY (100%) milik Sky. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan Sky selama 14 Hari.
| LUNC | SKY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,98T | Rp25,93T |
Volume (24h) | Rp178,87M | Rp325,49M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 23,3B / 23,5B SKY (100%) |
Typical Hold Time | 187 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →