Perbedaan Terra Classic dan MyShell: Terra Classic diperdagangkan di Rp0,8941 (kapitalisasi pasar Rp4,9T, volume 24 jam Rp331,14M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp350,1 (kapitalisasi pasar Rp142,88M, volume 24 jam Rp80,2M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 34,3× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar Terra Classic 5,5T / 6,5T LUNC (86%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 190 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| LUNC | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp4,9T | Rp142,88M |
Volume (24h) | Rp331,14M | Rp80,2M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 190 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →