Perbedaan Terra Classic dan Osmosis: Terra Classic diperdagangkan di Rp1,08 (kapitalisasi pasar Rp5,98T, volume 24 jam Rp178,87M), sedangkan Osmosis diperdagangkan di Rp617,55 (kapitalisasi pasar Rp481,2M, volume 24 jam Rp43,75M). Perbedaan utamanya: Terra Classic jauh lebih besar — sekitar 12,4× kapitalisasi pasar Osmosis, dan suplai beredar Terra Classic 5,5T / 6,5T LUNC (86%) dibanding 781M / 1B OSMO (79%) milik Osmosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 187 Hari dan Osmosis selama 21 Hari.
| LUNC | OSMO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp5,98T | Rp481,2M |
Volume (24h) | Rp178,87M | Rp43,75M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 781M / 1B OSMO (79%) |
Typical Hold Time | 187 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →Osmosis, diluncurkan pada 2021, adalah blockchain yang dirancang untuk aplikasi DeFi dan pertukaran terdesentralisasi (DEX). Osmosis DEX merupakan platform utama di jaringannya, berperan sebagai DEX terkemuka dan pusat DeFi dalam ekosistem Cosmos dan lebih luas lagi.
Selengkapnya di halaman OSMO →