Perbedaan Terra Classic dan IOTA: Terra Classic diperdagangkan di Rp0,8736 (kapitalisasi pasar Rp4,84T, volume 24 jam Rp141,01M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp603,57 (kapitalisasi pasar Rp2,76T, volume 24 jam Rp106,88M). Perbedaan utamanya: Terra Classic lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Terra Classic dibatasi (5,5T / 6,5T LUNC (86%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra Classic selama 190 Hari dan IOTA selama 49 Hari.
| LUNC | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp4,84T | Rp2,76T |
Volume (24h) | Rp141,01M | Rp106,88M |
Suplai yang Beredar | 5,5T / 6,5T LUNC (86%) | 4,6B MIOTA |
Typical Hold Time | 190 Hari | 49 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Terra adalah protokol blockchain yang menggunakan stablecoin yang dipatok fiat untuk mendukung sistem pembayaran global dengan harga yang stabil. Terra menggabungkan stabilitas harga dan adopsi mata uang fiat yang luas dengan ketahanan sensor Bitcoin (BTC) dan menawarkan penyelesaian yang cepat dan terjangkau.
Selengkapnya di halaman LUNC →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →