Perbedaan Terra dan XDC Network: Terra diperdagangkan di Rp761,47 (kapitalisasi pasar Rp539,02M, volume 24 jam Rp69,13M), sedangkan XDC Network diperdagangkan di Rp479,37 (kapitalisasi pasar Rp10,08T, volume 24 jam Rp65,19M). Perbedaan utamanya: XDC Network jauh lebih besar — sekitar 18,7× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai beredar Terra 710M LUNA dibanding 21B XDC milik XDC Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan XDC Network selama 35 Hari.
| LUNA | XDC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp539,02M | Rp10,08T |
Volume (24h) | Rp69,13M | Rp65,19M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 21B XDC |
Typical Hold Time | 82 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →XDC Network adalah blockchain kompatibel EVM yang dirancang untuk trade finance dan tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Dengan konsensus Delegated Proof of Stake (DPoS), jaringan ini menghadirkan transaksi cepat, aman, dan skalabel. Sistem Layer-2 subnet memungkinkan pengguna meluncurkan side chain yang independen dan menjaga privasi, sekaligus mewarisi keamanan mainnet XDC, sehingga ideal bagi pemerintah, institusi keuangan, dan bisnis yang membutuhkan lingkungan blockchain khusus.
Selengkapnya di halaman XDC →