Perbedaan Terra dan Tether Gold: Terra diperdagangkan di Rp858,41 (kapitalisasi pasar Rp608,06M, volume 24 jam Rp88,09M), sedangkan Tether Gold diperdagangkan di Rp72.560.915 (kapitalisasi pasar Rp44,38T, volume 24 jam Rp2,55T). Perbedaan utamanya: Tether Gold jauh lebih besar — sekitar 73× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai beredar Terra 710M LUNA dibanding 612,8K XAUT milik Tether Gold. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 81 Hari dan Tether Gold selama 37 Hari.
| LUNA | XAUT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp608,06M | Rp44,38T |
Volume (24h) | Rp88,09M | Rp2,55T |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 612,8K XAUT |
Typical Hold Time | 81 Hari | 37 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Tether Gold adalah stablecoin yang mewakili kepemilikan satu troy ons emas murni dalam bentuk emas batangan fisik yang memenuhi standar Good Delivery dari London Bullion Market Association (LBMA), dengan rasio 1:1. Tether Gold memberikan akses kepemilikan emas fisik melalui stablecoin, sekaligus menghilangkan kelemahan umum seperti biaya penyimpanan tinggi dan akses yang terbatas.
Selengkapnya di halaman XAUT →