Perbedaan Terra dan Telos: Terra diperdagangkan di Rp772,04 (kapitalisasi pasar Rp542,19M, volume 24 jam Rp67,18M), sedangkan Telos diperdagangkan di Rp531,52 (kapitalisasi pasar Rp240,73M, volume 24 jam Rp19,02M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Telos, dan suplai beredar Terra 710M LUNA dibanding 451M TLOS milik Telos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Telos selama 7 Hari.
| LUNA | TLOS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp542,19M | Rp240,73M |
Volume (24h) | Rp67,18M | Rp19,02M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 451M TLOS |
Typical Hold Time | 82 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Telos adalah blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang mengutamakan skalabilitas, keamanan, dan kegunaan di dunia nyata. Dengan infrastruktur yang kompatibel dengan EVM, pengembang dapat menjalankan DApp berbasis Ethereum secara lebih cepat dan murah. TLOS adalah token utilitas asli untuk biaya gas, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman TLOS →