Perbedaan Terra dan Theta Network: Terra diperdagangkan di Rp770,26 (kapitalisasi pasar Rp542,19M, volume 24 jam Rp67,18M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,39T, volume 24 jam Rp50,06M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai Theta Network dibatasi (1B / 1B THETA (100%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| LUNA | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp542,19M | Rp2,39T |
Volume (24h) | Rp67,18M | Rp50,06M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 82 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →