Perbedaan Terra dan Taiko: Terra diperdagangkan di Rp772,04 (kapitalisasi pasar Rp548,12M, volume 24 jam Rp69,43M), sedangkan Taiko diperdagangkan di Rp1.239 (kapitalisasi pasar Rp251,04M, volume 24 jam Rp35,82M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Taiko, dan suplai Taiko dibatasi (202,9M / 1B TAIKO (21%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Taiko selama 8 Hari.
| LUNA | TAIKO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp548,12M | Rp251,04M |
Volume (24h) | Rp69,43M | Rp35,82M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 202,9M / 1B TAIKO (21%) |
Typical Hold Time | 82 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Taiko adalah ZK-Rollup setara Ethereum yang sepenuhnya open-source dan permissionless, dirancang untuk men-scalekan Ethereum secara native. Platform ini menawarkan pengalaman serupa Ethereum sambil menjaga desentralisasi penuh—siapa pun dapat menjalankan node, proposer, atau prover Taiko tanpa kontrol terpusat. Taiko memanfaatkan Ethereum block builders untuk menyusun blok dan transaksi, mendesentralisasi set sequencer sekaligus mewarisi keamanan dan jaminan liveness dari layer dasar. Jaringan ini mendukung lebih dari 100 proyek di berbagai sektor, termasuk DeFi, Gaming, media sosial, infrastruktur, dan tooling.
Selengkapnya di halaman TAIKO →