Perbedaan Terra dan Roam: Terra diperdagangkan di Rp772,04 (kapitalisasi pasar Rp542,19M, volume 24 jam Rp67,18M), sedangkan Roam diperdagangkan di Rp216,3 (kapitalisasi pasar Rp77,53M, volume 24 jam Rp18,45M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 7× kapitalisasi pasar Roam, dan suplai Roam dibatasi (359,4M / 1B ROAM (36%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Roam selama 6 Hari.
| LUNA | ROAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp542,19M | Rp77,53M |
Volume (24h) | Rp67,18M | Rp18,45M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 359,4M / 1B ROAM (36%) |
Typical Hold Time | 82 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Roam adalah jaringan nirkabel terdesentralisasi terbesar di dunia. Proyek ini berfokus membangun jaringan nirkabel global dengan akses terbuka yang menyediakan koneksi otomatis, memungkinkan perpindahan mulus antar jaringan, serta menjamin konektivitas aman bagi individu, perangkat pintar, dan agen AI. Dengan memanfaatkan infrastruktur kredensial berbasis blockchain, Roam telah mendorong adopsi luas WiFi OpenRoaming, menghadirkan layanan eSIM pintar global, dan menciptakan lapisan data terlindungi privasi untuk aplikasi AI.
Selengkapnya di halaman ROAM →