Perbedaan Terra dan Raydium: Terra diperdagangkan di Rp865,1 (kapitalisasi pasar Rp614,25M, volume 24 jam Rp76,41M), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp228,92M). Perbedaan utamanya: Raydium jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai Raydium dibatasi (269,3M / 555M RAY (49%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 81 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| LUNA | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp614,25M | Rp3,36T |
Volume (24h) | Rp76,41M | Rp228,92M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 81 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →