Perbedaan Terra dan Polygon: Terra diperdagangkan di Rp865,1 (kapitalisasi pasar Rp613,05M, volume 24 jam Rp77,05M), sedangkan Polygon diperdagangkan di Rp1.518 (kapitalisasi pasar Rp16,1T, volume 24 jam Rp829,57M). Perbedaan utamanya: Polygon jauh lebih besar — sekitar 26,3× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai beredar Terra 710M LUNA dibanding 10,7B POL milik Polygon. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 81 Hari dan Polygon selama 68 Hari.
| LUNA | POL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp613,05M | Rp16,1T |
Volume (24h) | Rp77,05M | Rp829,57M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 10,7B POL |
Typical Hold Time | 81 Hari | 68 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Polygon Ecosystem Token berfungsi sebagai token utilitas dalam jaringan Polygon. Aset digital ini berperan penting dalam memfasilitasi berbagai operasi dan layanan di ekosistem Polygon. Fungsi utamanya termasuk staking, di mana pemegang token dapat mengunci token mereka sebagai bentuk keamanan dan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus jaringan. Hal ini tidak hanya membantu mengamankan jaringan, tetapi juga memberikan imbalan kepada para pemegang token berupa tambahan token berdasarkan jumlah yang digunakan untuk staking.
Selengkapnya di halaman POL →