Perbedaan Terra dan Plume Network: Terra diperdagangkan di Rp772,04 (kapitalisasi pasar Rp542,19M, volume 24 jam Rp67,18M), sedangkan Plume Network diperdagangkan di Rp225,04 (kapitalisasi pasar Rp1,41T, volume 24 jam Rp684,15M). Perbedaan utamanya: Plume Network jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai Plume Network dibatasi (6,2B / 10B PLUME (62%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Plume Network selama 20 Hari.
| LUNA | PLUME | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp542,19M | Rp1,41T |
Volume (24h) | Rp67,18M | Rp684,15M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 6,2B / 10B PLUME (62%) |
Typical Hold Time | 82 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Plume Network adalah full-stack chain pertama untuk Real World Asset (RWA) finance (RWAfi). Dengan lebih dari 200 proyek, Plume menghadirkan lingkungan EVM-compatible yang memudahkan tokenisasi aset nyata lewat tokenization engine dan mitra infrastruktur keuangan. Pengguna dapat dengan mudah men-tokenisasi, mendistribusikan, dan memanfaatkan aset nyata di DeFi.
Selengkapnya di halaman PLUME →