Perbedaan Terra dan Origin Protocol: Terra diperdagangkan di Rp772,04 (kapitalisasi pasar Rp542,19M, volume 24 jam Rp67,18M), sedangkan Origin Protocol diperdagangkan di Rp288,4 (kapitalisasi pasar Rp198,56M, volume 24 jam Rp16,9M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Origin Protocol, dan suplai Origin Protocol dibatasi (689,5M / 1,4B OGN (49%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Terra selama 82 Hari dan Origin Protocol selama 75 Hari.
| LUNA | OGN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp542,19M | Rp198,56M |
Volume (24h) | Rp67,18M | Rp16,9M |
Suplai yang Beredar | 710M LUNA | 689,5M / 1,4B OGN (49%) |
Typical Hold Time | 82 Hari | 75 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →Origin Protocol (OGN) adalah jaringan yang memungkinkan partisipan pasar untuk berbagi barang dan jasa melalui jaringan peer-to-peer (P2P). Platform ini bertujuan untuk menciptakan pasar daring yang luas dengan memanfaatkan blockchain Ethereum (ETH) dan Interplanetary File System (IPFS) untuk menghilangkan kebutuhan akan perantara. Origin Protocol juga memiliki misi untuk membawa NFT dan DeFi ke massa.
Selengkapnya di halaman OGN →