Perbedaan Lisk dan SUPRA: Lisk diperdagangkan di Rp1.582 (kapitalisasi pasar Rp349,18M, volume 24 jam Rp40,95M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,09M, volume 24 jam Rp4,65M). Perbedaan utamanya: Lisk jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai beredar Lisk 221,2M / 400M LSK (56%) dibanding 32,5B / 100B SUPRA (33%) milik SUPRA. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Lisk selama 24 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| LSK | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp349,18M | Rp122,09M |
Volume (24h) | Rp40,95M | Rp4,65M |
Suplai yang Beredar | 221,2M / 400M LSK (56%) | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 24 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Lisk (LSK) adalah blockchain Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan adopsi Web3 di pasar berkembang melalui integrasi Ethereum. Ia menawarkan SDK yang mudah digunakan pengembang untuk membangun aplikasi blockchain dan mendukung sidechain yang dapat diskalakan yang terhubung ke mainchain-nya untuk pengembangan yang efisien.
Selengkapnya di halaman LSK →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →