Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) vs Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO)

PP London Sumatra Indonesia Tbk.Trading
Bahtera Bumi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan PP London Sumatra Indonesia Tbk. dan Bahtera Bumi Raya Tbk.: PP London Sumatra Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp1.335 (kapitalisasi pasar 9,04 T, volume 24 jam 3,96 jt), sedangkan Bahtera Bumi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp695 (kapitalisasi pasar 545,16 M, volume 24 jam 19,5 rb). Perbedaan utamanya: PP London Sumatra Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 16,6× kapitalisasi pasar Bahtera Bumi Raya Tbk., dan PP London Sumatra Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,96 jt vs 19,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

LSIPPGJO
Kapitalisasi Pasar
9,04 T545,16 M
Volume
3,96 jt19,5 rb
Lot
39,64 rb195
Perputaran
5,28 M13,5 jt
Harga Rata-rata
1.333,35692,28
Nilai Transaksi
5,28 M13,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.335695
Volume Ekuilibrium Indikatif
13991

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

LSIP
Lihat detail
PGJO
Lihat detail

Tentang PP London Sumatra Indonesia Tbk.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk abbreviated as Lonsum, was established in teh Republic of Indonesia based on Notarial Deed No. 93 of Raden Kadiman dated December 18, 1962 and amended by Notarial Deed No. 20 dated September 9, 1963. Based on Notarial Deed No. 18 of Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., M.Kn., dated May 24, 2013, the Company's shareholders approved the change of the Company's status from Foreign Capital Investment (PMA) company to Domestic Capital Investment (PMDN) company.

Selengkapnya di halaman LSIP

Tentang Bahtera Bumi Raya Tbk.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 22 dated February 20, 2017 of Argo Wahyu Jati, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang Selatan. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman PGJO