Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) vs Maxindo Karya Anugerah Tbk. (MAXI)

PP London Sumatra Indonesia Tbk.Trading
Maxindo Karya Anugerah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan PP London Sumatra Indonesia Tbk. dan Maxindo Karya Anugerah Tbk.: PP London Sumatra Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp1.335 (kapitalisasi pasar 9,04 T, volume 24 jam 3,96 jt), sedangkan Maxindo Karya Anugerah Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 480,5 M, volume 24 jam 37,7 rb). Perbedaan utamanya: PP London Sumatra Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 18,8× kapitalisasi pasar Maxindo Karya Anugerah Tbk., dan PP London Sumatra Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,96 jt vs 37,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

LSIPMAXI
Kapitalisasi Pasar
9,04 T480,5 M
Volume
3,96 jt37,7 rb
Lot
39,64 rb377
Perputaran
5,28 M1,89 jt
Harga Rata-rata
1.333,3550
Nilai Transaksi
5,28 M1,89 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.33550
Volume Ekuilibrium Indikatif
1391

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

LSIP
Lihat detail
MAXI
Lihat detail

Tentang PP London Sumatra Indonesia Tbk.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk abbreviated as Lonsum, was established in teh Republic of Indonesia based on Notarial Deed No. 93 of Raden Kadiman dated December 18, 1962 and amended by Notarial Deed No. 20 dated September 9, 1963. Based on Notarial Deed No. 18 of Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., M.Kn., dated May 24, 2013, the Company's shareholders approved the change of the Company's status from Foreign Capital Investment (PMA) company to Domestic Capital Investment (PMDN) company.

Selengkapnya di halaman LSIP

Tentang Maxindo Karya Anugerah Tbk.

PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 26 of Dwi Swandiani, S.H., dated July 11, 2002. The Company started its commercial operations in 2002.

Selengkapnya di halaman MAXI