Perbedaan Loopring dan Ripple: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Ripple diperdagangkan di Rp20.178 (kapitalisasi pasar Rp1.278,37T, volume 24 jam Rp22,41T). Perbedaan utamanya: Ripple jauh lebih besar — sekitar 2399× kapitalisasi pasar Loopring, dan suplai Ripple dibatasi (62,5B / 100B XRP (63%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 73 Hari dan Ripple selama 68 Hari.
| LRC | XRP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp1.278,37T |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp22,41T |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 62,5B / 100B XRP (63%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 68 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Loopring (LRC) menunjukkan kapitalisasi pasar sebesar Rp532,87 juta dengan supply yang beredar 1,4 juta token. Hold time rata-rata 73 hari mengindikasikan holding pattern jangka menengah di antara investor. Data teknis terbaru menunjukkan aktivitas trading yang stabil meskipun harga spot saat ini tidak tersedia dalam snapshot ini. Token Layer-2 scaling solution ini terus mempertahankan posisinya di ekosistem Ethereum dengan fokus pada pertukaran terdesentralisasi berbiaya rendah.
Outlook: Potensi pertumbuhan dari adopsi solusi scaling Ethereum, namun menghadapi risiko volatilitas pasar crypto dan kompetisi ketat di space Layer-2. Investor perlu memantau perkembangan teknologi dan adopsi jaringan secara ketat mengingat dinamika pasar yang cepat berubah.
XRP saat ini diperdagangkan di Rp20.146 dengan kapitalisasi pasar Rp1.257,5 triliun. Secara teknis, sinyal keseluruhan netral dengan moving averages bearish, namun harga berada di atas titik pivot Rp19.844 dengan resistensi terdekat di Rp20.490. Token ini telah mengalami penurunan 43% sejak awal 2026, namun ada indikasi tekanan jual mulai berkurang berdasarkan data on-chain. Pengadopsian ekosistem terus berlanjut dengan integrasi oleh Deutsche Bank dan Société Générale.
Outlook jangka pendek tetap hati-hati mengingat tren bearish yang berkelanjutan, namun potensi rebound ada jika support kunci Rp19.454 bertahan. Risiko utama termasuk volatilitas tinggi dan tekanan regulator, sementara peluang terletak pada adopsi institusional yang meningkat dan potensi ETF. Investor harus memantau level support dan perkembangan regulasi dengan cermat.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Aset kripto yang diciptakan untuk menjadi alternatif yang cepat, lebih murah, dan lebih skalabel untuk aset digital lainnya dan platform pembayaran moneter yang ada seperti SWIFT. Juga merupakan aset digital asli di XRP Ledger — teknologi blockchain open-source dan terdesentralisasi yang dapat menyelesaikan transaksi dalam 3-5 detik.
Selengkapnya di halaman XRP →