Perbedaan Loopring dan Towns: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp39,11 (kapitalisasi pasar Rp133,06M, volume 24 jam Rp50,06M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Towns, dan suplai beredar Loopring 1,4B LRC dibanding 3,4B TOWNS milik Towns. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan Towns selama 28 Hari.
| LRC | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp133,06M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp50,06M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 3,4B TOWNS |
Typical Hold Time | 74 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →