Perbedaan Loopring dan Slash Vision Labs: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp59,43 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,34M). Perbedaan utamanya: suplai beredar Loopring 1,4B LRC dibanding -- milik Slash Vision Labs, dan Loopring lebih aktif diperdagangkan (Rp250,37M vs Rp2,34M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| LRC | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | -- |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp2,34M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | -- |
Typical Hold Time | 74 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →