Perbedaan Loopring dan iExec RLC: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan iExec RLC diperdagangkan di Rp4.746 (kapitalisasi pasar Rp413,53M, volume 24 jam Rp26,84M). Perbedaan utamanya: Loopring lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai iExec RLC dibatasi (87M / 87M RLC (100%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan iExec RLC selama 35 Hari.
| LRC | RLC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp413,53M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp26,84M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 87M / 87M RLC (100%) |
Typical Hold Time | 74 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →iExec (RLC) adalah penyedia utama komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain yang terkemuka. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka serta aplikasi dan bahkan kumpulan data. iExec dapat mendukung aplikasi di bidang-bidang seperti data besar, kesehatan, AI, rendering, dan tekfin. iExec didirikan pada 16 Oktober 2016, dengan tujuan untuk menciptakan kembali komputasi cloud melalui pembuatan paradigma komputasi cloud baru.
Selengkapnya di halaman RLC →