Perbedaan Loopring dan RedStone: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan RedStone diperdagangkan di Rp1.966 (kapitalisasi pasar Rp885,08M, volume 24 jam Rp59,29M). Perbedaan utamanya: RedStone lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai RedStone dibatasi (448,9M / 1B RED (45%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 73 Hari dan RedStone selama 13 Hari.
| LRC | RED | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp885,08M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp59,29M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 448,9M / 1B RED (45%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →RedStone ($RED) adalah jaringan oracle terdesentralisasi yang menyediakan data khusus untuk aplikasi DeFi di lebih dari 70 blockchain. Token RED mendukung staking, menjaga keamanan jaringan, dan memberikan imbalan kepada pengguna.
Selengkapnya di halaman RED →