Perbedaan Loopring dan Marlin: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Marlin diperdagangkan di Rp14,6 (kapitalisasi pasar Rp151,7M, volume 24 jam Rp47,86M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar Marlin, dan suplai beredar Loopring 1,4B LRC dibanding 8,2B POND milik Marlin. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan Marlin selama 34 Hari.
| LRC | POND | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp151,7M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp47,86M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 8,2B POND |
Typical Hold Time | 74 Hari | 34 Hari |
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →POND adalah token Ethereum yang memberdayakan Marlin, sebuah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur jaringan DeFi dan web3 yang dapat diprogram dengan performa tinggi. POND dapat digunakan untuk mendelegasikan ke node Marlin dan sebagai imbalan untuk mengoperasikan jaringan relay dengan benar.
Selengkapnya di halaman POND →