Perbedaan Loopring dan Orderly Network: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Orderly Network diperdagangkan di Rp617,64 (kapitalisasi pasar Rp243,06M, volume 24 jam Rp82,56M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Orderly Network, dan suplai Orderly Network dibatasi (391,8M / 1B ORDER (40%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 73 Hari dan Orderly Network selama 13 Hari.
| LRC | ORDER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp243,06M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp82,56M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 391,8M / 1B ORDER (40%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Orderly adalah infrastruktur yang memungkinkan orang untuk berdagang apa saja, di mana saja, melalui lapisan likuiditas tanpa izin. Platform ini menyediakan likuiditas yang dalam dan terpadu di seluruh blockchain melalui satu buku pesanan. Orderly memastikan likuiditas yang kuat di berbagai chain utama, termasuk Solana, Sonic, Arbitrum, Base, Mantle, Ethereum Mainnet, Optimism, dan Polygon, serta memberikan akses bagi trader dan exchange ke lebih dari 100 pasar melalui infrastruktur perdagangan terpadu.
Selengkapnya di halaman ORDER →