Perbedaan Loopring dan Nibiru Chain: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Nibiru Chain diperdagangkan di Rp35,29 (kapitalisasi pasar Rp55,17M, volume 24 jam Rp4,69M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 9,7× kapitalisasi pasar Nibiru Chain, dan suplai Nibiru Chain dibatasi (954M / 1,5B NIBI (64%)), sedangkan Loopring terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 73 Hari dan Nibiru Chain selama 7 Hari.
| LRC | NIBI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp55,17M |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp4,69M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 954M / 1,5B NIBI (64%) |
Typical Hold Time | 73 Hari | 7 Hari |
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Nibiru Chain adalah blockchain Layer 1 dan ekosistem smart contract yang inovatif, menawarkan throughput tinggi dan keamanan tak tertandingi. Nibiru berambisi menjadi ekosistem smart contract yang paling ramah pengembang dan pengguna, memimpin adopsi Web3 secara luas. Hal ini dicapai melalui inovasi di setiap lapisan teknologi, termasuk pengembangan dApp, infrastruktur, mekanisme konsensus, toolkit pengembang lengkap, dan akumulasi nilai.
Selengkapnya di halaman NIBI →