Perbedaan Loopring dan Neo: Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.129 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar Loopring, dan suplai beredar Loopring 1,4B LRC dibanding 70,5M NEO milik Neo. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Loopring selama 74 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| LRC | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp532,87M | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp250,37M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 1,4B LRC | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 74 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →