Perbedaan Liquity dan Yield Basis: Liquity diperdagangkan di Rp3.505 (kapitalisasi pasar Rp337,95M, volume 24 jam Rp38,79M), sedangkan Yield Basis diperdagangkan di Rp1.409 (kapitalisasi pasar Rp222,35M, volume 24 jam Rp49,55M). Perbedaan utamanya: Liquity lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Liquity 96,3M / 100M LQTY (97%) dibanding 157,4M / 1B YB (16%) milik Yield Basis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Yield Basis selama 6 Hari.
| LQTY | YB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,95M | Rp222,35M |
Volume (24h) | Rp38,79M | Rp49,55M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 157,4M / 1B YB (16%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →YieldBasis adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Curve Finance, memungkinkan pengguna memperoleh yield pada aset seperti Bitcoin dengan meminimalkan impermanent loss. Protokol ini menggunakan mekanisme leverage majemuk tetap 2× agar posisi LP mengikuti harga aset dasar secara 1:1. Token YB mendukung governance melalui model vote-escrowed (veYB) serta memungkinkan pemegangnya berbagi pendapatan protokol.
Selengkapnya di halaman YB →