Perbedaan Liquity dan Tezos: Liquity diperdagangkan di Rp3.496 (kapitalisasi pasar Rp337,95M, volume 24 jam Rp38,79M), sedangkan Tezos diperdagangkan di Rp3.523 (kapitalisasi pasar Rp3,86T, volume 24 jam Rp73,26M). Perbedaan utamanya: Tezos jauh lebih besar — sekitar 11,4× kapitalisasi pasar Liquity, dan suplai Liquity dibatasi (96,3M / 100M LQTY (97%)), sedangkan Tezos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Tezos selama 98 Hari.
| LQTY | XTZ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp337,95M | Rp3,86T |
Volume (24h) | Rp38,79M | Rp73,26M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 1,1B XTZ |
Typical Hold Time | 21 Hari | 98 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →Tezos adalah jaringan blockchain yang didasarkan pada kontrak pintar, dengan cara yang tidak terlalu berbeda dengan Ethereum. Perbedaan besarnya adalah Tezos bertujuan untuk menawarkan infrastruktur yang lebih maju — artinya dapat berkembang dan meningkat seiring waktu tanpa pernah ada bahaya hard fork. Platform open-source ini juga menyebut dirinya sebagai “aman, dapat diupgrade, dan dibuat untuk bertahan lama” — dan mengatakan bahwa bahasa kontrak cerdasnya memberikan akurasi yang diperlukan untuk kasus penggunaan bernilai tinggi.
Selengkapnya di halaman XTZ →