Perbedaan Liquity dan Tellor: Liquity diperdagangkan di Rp3.497 (kapitalisasi pasar Rp336,95M, volume 24 jam Rp34,42M), sedangkan Tellor diperdagangkan di Rp236.379 (kapitalisasi pasar Rp657,13M, volume 24 jam Rp804,45M). Perbedaan utamanya: Tellor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Liquity dibatasi (96,3M / 100M LQTY (97%)), sedangkan Tellor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Tellor selama 34 Hari.
| LQTY | TRB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp336,95M | Rp657,13M |
Volume (24h) | Rp34,42M | Rp804,45M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 2,8M TRB |
Typical Hold Time | 21 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →Tellor adalah protokol oracle terdesentralisasi yang memperbarui data off-chain, membuatnya tersedia untuk kontrak smart contract on-chain. Oracle Tellor menyediakan data yang dapat diminta, divalidasi, dan ditempatkan on-chain tanpa izin, dengan para pelapor data yang bersaing untuk insentif TRB. Para pelapor data membawa informasi berharga on-chain untuk berbagai aplikasi DeFi.
Selengkapnya di halaman TRB →