Perbedaan Liquity dan Subsquid: Liquity diperdagangkan di Rp3.494 (kapitalisasi pasar Rp336,95M, volume 24 jam Rp34,42M), sedangkan Subsquid diperdagangkan di Rp792,43 (kapitalisasi pasar Rp887,08M, volume 24 jam Rp73,46M). Perbedaan utamanya: Subsquid jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Liquity, dan suplai beredar Liquity 96,3M / 100M LQTY (97%) dibanding 1,1B / 1,3B SQD (84%) milik Subsquid. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Subsquid selama 8 Hari.
| LQTY | SQD | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp336,95M | Rp887,08M |
Volume (24h) | Rp34,42M | Rp73,46M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 1,1B / 1,3B SQD (84%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →Subsquid Network adalah danau data serta mesin kueri terdesentralisasi yang memberikan akses cepat dan tanpa izin bagi developer untuk memanfaatkan data blockchain. Dengan arsitektur modular dan keamanan berbasis ZK proofs, Subsquid menghadirkan skalabilitas tinggi untuk kebutuhan indexing blockchain, pengembangan dApp, dan analitik. Berbeda dengan framework monolitik yang kaku dan sulit beradaptasi, Subsquid menawarkan alternatif efisien dan terdesentralisasi dibandingkan infrastruktur terpusat seperti penyedia RPC dan API besar—mendorong terciptanya internet yang lebih terbuka, netral, dan ramah developer di era Web3.
Selengkapnya di halaman SQD →