Perbedaan Liquity dan Polymesh: Liquity diperdagangkan di Rp3.052 (kapitalisasi pasar Rp293,99M, volume 24 jam Rp38,22M), sedangkan Polymesh diperdagangkan di Rp655,63 (kapitalisasi pasar Rp699,51M, volume 24 jam Rp22,08M). Perbedaan utamanya: Polymesh jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Liquity, dan suplai Liquity dibatasi (96,3M / 100M LQTY (97%)), sedangkan Polymesh terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan Polymesh selama 20 Hari.
| LQTY | POLYX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp293,99M | Rp699,51M |
Volume (24h) | Rp38,22M | Rp22,08M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 1,1B POLYX |
Typical Hold Time | 21 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →POLYX adalah token protokol native dari Polymesh, blockchain berizin tingkat institusional yang dibuat khusus untuk aset yang teregulasi. Blockchain ini mempersingkat proses lama dan membuka pintu baru bagi instrumen keuangan baru dengan memecahkan tantangan infrastruktur publik seputar tata kelola, identitas, kepatuhan, kerahasiaan, dan penyelesaian. Token ini dapat digunakan untuk staking dan mengamankan jaringan, membayar biaya transaksi, serta terlibat dalam tata kelola.
Selengkapnya di halaman POLYX →