Perbedaan Liquity dan NAVI Protocol: Liquity diperdagangkan di Rp3.498 (kapitalisasi pasar Rp338M, volume 24 jam Rp38,22M), sedangkan NAVI Protocol diperdagangkan di Rp131,73 (kapitalisasi pasar Rp107,39M, volume 24 jam Rp19,52M). Perbedaan utamanya: Liquity jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar NAVI Protocol, dan suplai beredar Liquity 96,3M / 100M LQTY (97%) dibanding 816,2M / 1B NAVX (82%) milik NAVI Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Liquity selama 21 Hari dan NAVI Protocol selama 12 Hari.
| LQTY | NAVX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp338M | Rp107,39M |
Volume (24h) | Rp38,22M | Rp19,52M |
Suplai yang Beredar | 96,3M / 100M LQTY (97%) | 816,2M / 1B NAVX (82%) |
Typical Hold Time | 21 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →NAVI Protocol adalah protokol oracle dan lending terdesentralisasi di blockchain Sui. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk meminjamkan dan meminjam aset crypto tanpa perantara, membangun ekosistem keuangan yang sepenuhnya otonom. NAVI menghadirkan infrastruktur DeFi modular dengan berbagai modul kontrak, termasuk incentivev2, calculator, dynamiccalculator, dan storage. Modul-modul ini meningkatkan fungsionalitas demi pengalaman pengguna yang lebih baik. Untuk alamat kontrak dan detail teknis, silakan kunjungi NAVI Protocol Developer Docs.
Selengkapnya di halaman NAVX →